Faktor – Faktor Efisiensi Kerja

Efisiensi Kerja

Efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara suatu kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu. Selanjutnya bilamana suatu kerja dianalisis, dapatlah dibedakan dalam 2 segi, yaitu intinya dan susunannya. Intinya ialah rangkaian aktivitas-aktifitasnya itu sendiri yang wujudnya mengikuti tujuan yang hendak dicapai, sedang yang dimaksud dengan susunannya ialah cara-caranya rangkaian aktivitas-aktivitas itu dilakukan. Jadi, setiap kerja tentu mencakup sesuatu cara tertentu dalam melakukan tiap-tiap aktivitas, apapun tujuan dan hasil yang ingin dicapai dengan kerja itu.

  • Factor – factor yang mempengaruhi efisiensi kerja

1. Cahaya

Cahaya penerangan yang cukup dan memancar dengan tepat akan menambah efisiensi kerja para pegawai, karena mereka dapat bekerja dengan lebih cepat, lebih sedikit membuat kesalahan, dan mata tidak mudah lelah. Banyak ketidakberesan pekerjaan tata usaha disebabkan oleh pencahayaan yang buruk. Pada umumnya kantor – kantor di Indonesia bekerja dengan cahaya matahari. Cahaya matahari tidak dapat diatur dengan sempurna menurut keinginan orang. Lebih – lebih dalam gedung luas dan kurang jendelanya, cahaya alarm itu tidak dapat menembus sepenuhnya pada jarak lebih dari 6 hingga 7,5 dari jendela.

Cahaya penerangan buatan manusia ada 4 macam:

  • Cahaya langsung

Cahaya ini memancar langsung dari sumbernya ke permukaan meja.

  • Cahaya setengah langsung

Cahaya ini memancar dari sumbernya dengan melalui tudung lampu yang biasanya terbuat dari gelasdari plastic.

  • Cahaya setengah tak langsung

Penerangan macam ini terjadi dari cahaya yang sebagian besar merupakan pantulan dari langit – langit dan dinding ruangan, sebagian lagi terpencar melalui tudung kaca.

  • Cahaya tak langsung

Cahaya ini dari sumbernya memancar ke arah langit – langit ruangan, dari situlah dipantulkan ke arah permukaan meja.

2. Warna

Warna yang tepat akan mencegah kesilauan yang mungkin timbul karena cahaya yang berlebihan. Para ahli membedakan 3 warna pokok yaitu merah, biru dan kuning. Merah adalah warna yang menggambarkan panas, kegembiraan dan kegiatan bekerja. Biru adalah warna adem. Sebagai warna langit dan samudra, warna biru menggambarkan keluasan dan ketentraman. Sedangkan yang kuning menggambarkan kehangatan matahari. Warna ini dapat merangsang mata dan syaraf

3. Udara

Mengenai factor udara ini, yang penting sekali ialah suhu udara dan banyaknya uap air pada udara itu. Suhu yang disarankan yaitu kira – kira 25,6 derajat celcius dengan kelembapan sebesar 45 %.

4. Suara

untuk mengatasi factor suara yang sering mengurangi tingkat efisiensi kerja para pegawai, hendaknya diperhatikan letak alat – alat gaduh. Usaha – usaha lain yang dapat dijalankan dalam kamar yang memakai alat – alat gaduh ialah pada langit – langit atau dinding dipakai lapisan penyerap suara. Seperti karton tebal dan permukaannya berlubang – lubang.

5. Asas – Asas Efisiensi Perkantoran

  • Asas perencanaan (segala sesuatu perlu direncanakan)
  • Asas penyederhanaan (usaha yang digunakan baik pikiran, tenaga, waktu, ruang maupun benda administrasi)
  • Asas penghapusan (bidang – bidang ataupun tahapan yang kurang bermakna dapat dihilangkan)
  • Asas penggabungan (bidang kerja yang satu tipe atau mempunyai kesamaan tugas dapat digabungkan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: